Rabu, 30 September 2020

Perilaku Asertif

 HARI/TANGGAL   : Sabtu / 03 Oktober 2020

MATERI                  : Perilaku Asertif
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.



Perilaku Asertif

Asertif adalah kemampuan untuk mengomunikasikan pikiran, perasaan dan keinginan secara jujur pada orang lain tanpa merugikan orang lain. Apabila kita mampu mengungkapkan perasaan negatif (marah, jengkel) secara jujur sesuai dengan apa yang kita rasakan tanpa menyalahkan orang lain, maka kita telah mampu berperilaku asertif. Berperilaku asertif, tidak hanya terbatas untuk mengungkapkan perasaan yang positif (senang) tetapi juga yang negatif.

Perilaku asertif adalah suatu tindakan yang sesuai dengan keinginan serta tetap menjaga dan menghargai perasaan dan hak orang lain, mengekspresikan pendapat, saran, dan perasaan secara jujur dan nyaman, serta dalam bertindak dapat memelihara hubungan interpersonal yang harmonis dan efektif.

B. Karakteristik Perilaku Asertif

Orang yang berperilaku asertif memiliki karakteristik antara lain :

a.       Mampu dan terbiasa mengekspresikan pikiran dan perasaan pada orang lain.

b.      Meminta pertolongan pada orang lain pada saat membutuhkan pertolongan.

c.       Sering bertanya pada orang lain pada saat sedang bingung.

d.      Pada saat berbeda pendapat dengan orang lain, mampu mengungkapkan pendapatnya secara jujur dan terbuka.

e.       Memandang wajah orang yang diajak bicara pada saat berbicara dengannya.

C. Tujuan perilaku asertif adalah :

a. Membuat proses komunikasi berjalan efektif

b. Membangun hubungan yang kesetaraan, kesejajaran dan saling menghormati.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Asertif

Faktor pengalaman masa kanak-kanak. Faktor tersebut dapat mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain :

-  Pola Interaksi

Ada 3 pola interaksi yang terbentuk sebagai hasil pengalaman pada masa kanak-kanak, yaitu :

1)      I’m not OK – You’re OK

Saya tidak OK – kamu OK, maksudnya adalah saya harus yakin bahwa apa yang saya katakan tidak akan menyinggung perasaanmu. Pola interaksi ini merupakan perilaku non asertif, karena membiarkan diri kita pasif dengan alasan takut mengecewakan orang lain.

2)      I’m OK – You’re not OK

Saya OK – kamu tidak OK. Maksudnya, orang lain patut mendapatkan kemarahan dan hinaan dari saya. Pola ini merupakan perilaku agresif, karena bila kita membuat orang lain tidak nyaman dengan apa yang telah kita katakan.

3)      I’m OK – You’re OK

Saya OK – kamu OK. Maksudnya, saya bebas mengungkapkan apa yang saya rasakan dan saya bertanggung jawab terhadap perasaan saya. Pola interaksi ini merupakan perilaku asertif karena kita bebas mengungkapkan apa yang kita rasakan tanpa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

E.  Cara Menumbuhkan Perilaku Asertif

Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain :

a.       Berusahalah dan biasakanlah berbicara dengan rasa percaya diri.

b.      Berusahalah dan biasakanlah mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan jelas pada orang lain.

c.       Biasakanlah memandang wajah orang yang Anda ajak bicara.

d.      Biasakanlah mengungkapkan pendapat kita secara jujur dan terbuka pada orang lain.

e.       Apabila Anda ingin melakukan suatu penolakan maka katakan “tidak” (dengan kata-kata, nada, alasan yang bisa dimengerti serta diawali “maaf”).

f.       Responslah emosi Anda dengan cara yang sehat untuk menghindari perilaku agresif. Beberapa langkah untuk merespons emosi secara sehat :

·         Sadarilah emosi Anda. Perhatikan emosi apa yang Anda rasakan. Misalnya : Apakah Anda takut? Apakah Anda senang?

·         Akuilah emosi Anda. Perhatikan emosi apa yang Anda rasakan dan kira-kira seberapa kuat anda mengendalikan emosi.



Senin, 21 September 2020

Refleksi Diri Bertanggung Jawab

HARI/TANGGAL   : Sabtu / 26 September 2020

MATERI                  : Belajar Hidup Bertanggung Jawab 
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.


REFLEKSI DIRI

PETUNJUK PENGISIAN :

Berikut ini akan disajikan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan tanggung jawab dalam belajar. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti yang sesuai dengan tanggung jawab belajaryang anda miliki, bukan jawaban yang ideal/bagus. Tidak ada jawaban yang salah, semua benar, jika sesuai dengan yang anda alami. Tentukan pilihan jawaban yang tersedia yang sesuai dengan diri anda dengan memberikan tanda ceklist (√) pada kolom yang telah disediakan.

Alternatif jawaban adalah sebagai berikut:

SL : Selalu

SR : Sering

JR : Jarang

TP :Tidak Pernah

KUESIONER TANGGUNG JAWAB TERHADAP TUGAS DI SEKOLAH

NO

PERNYATAAN

JAWABAN

SL

SR

JR

TP

1

Saya mampu mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain

 

 

 

 

2

Saya bisa menggunakan waktu belajar dirumah dengan baik

 

 

 

 

3

Saya berani bertanya ketika saya belum paham mengenai materi pelajaran

 

 

 

 

4

Saya sebenarnya megerjakan tugas dengan cara menyontek hasil pekerjaan teman

 

 

 

 

5

Saya memakai atribut lengkap pada saat hadir di lingkungan sekolah

 

 

 

 

6

Saya bertanggung jawab pada diri sendiri dengan selalu memakai masker demi keselamatan diri sendiri dan orang sekitar (khusus selama pandemi)

 

 

 

 

 

~SELAMAT MENGERJAKAN~


Senin, 14 September 2020

Bertanggung Jawab

HARI/TANGGAL   : Sabtu / 19 September 2020

MATERI                  : Belajar Hidup Bertanggung Jawab 
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.

Assalamualaikum Wr. Wb..
selamat pagi anak-anak. bagaimana keadaan kalian? semoga sehat dan selalu dalam pelindungan Tuhan YME Allah SWT, ya.. aamiin.
hari ini ibu akan memberikan kalian materi mengenai belajar hidup bertanggung jawab khususnya di lingkungan sekolah. silakan kalian catat di buku catatan BK. buku yang digunakan adalah buku tulis pada saat kalian kelas VII. jadi di gabung saja ya buku catatan kalian pada saat kelas VII dan kelas VIII. apabila ada yang kurang paham silakan hubungi ibu melalui whatsapp. terimakasih..


BELAJAR HIDUP BERTANGGUNG JAWAB

Manusia adalah mahluk sosial yang hidup berkelompok, ia tidak boleh hidup menurut caranya sendiri, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kelompok. Peraturan adalah cara membangun norma masyarakat sebagai pedoman agar manusia hidup tertib dan teratur, jika tidak manusia akan bertindak sewenang-wenang, tanpa kendali dan sulit di atur. Tanggung Jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus di tanggung jawabkan.

Demikian pula dengan siswa selain sebagai makhluk individu siswa juga merupakan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial siswa hidup di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat terkecil adalah keluarga. Peranan siswa dalam kehidupan masyarakat adalah :

1.      Sebagai anak ( anggota keluarga )

2.      Sebagai siswa ( anggota di lingkungan sekolah )

3.      Sebagai warga ( anggota di lingkungan masyarakat )

Oleh karena itu siswa sebagai remaja harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Perubahan social menuntut pula kemampuan individu dalam mengikuti perubahan tersebut. Tanpa kemampuan mengikuti perubahan yang demikian cepat, akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah dan kesukaran-kesukaran yang bersifat pribadi dan sosial.

Macam - macam tanggung jawab remaja, yaitu :

1.      Kita wajib sadar bahwa waktu remaja bukanlah untuk berhura-hura, tetapi waktu tersebut wajib di isi dengan mencari ilmu pengetahuan dan menghayati agama, jadikan waktu tersebut sebagai persiapan untuk menghadapi masa depan apabila semakin tua kelak. besemangat untuk sekolah, memiliki cita-cita untuk bisa bersekolah dengan ke jenjang setinggi-tingginya. tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru, dan selalu berusaha dan berkomitmen untuk menjauhi sikap prokrastinasi.

2.      Kita tidak mudah terpedaya dengan unsur-unsur negative, ambilah  budaya yang baik dari siapapun dalam mencari dan meningkatkan ilmu. Tetapi kekalkan ahklak dan cara kehidupan orang beragama, kita akan menjadi orang  yang paling di segani dan di hormati. Kelak  kita mulia didunia dan akhirat, Amin

3.      Sebagai remaja janganlah menghabiskan masa berkhayal dengan perasaan cinta dan mencari pasangan. Hal itu tidak membawa banyak hasil, marilah waktu kita yang berharga yang sepatutnya di habiskan dengan mencari ilmu atau berbagi kepada masyarakat.

4.      Hormatilah orang tua kita, walaupun pada pandangan kita mereka tidak memahami jiwa dan perasaan kita. Sesungguhnya orang tua kita adalah pintu syurga. Sekiranya kita tidak sependapat dengan mereka maka katakanlah dengan nada yang lembut dan sopan bukan dengan membentak dan menunjukan marah.


~SELAMAT MENGERJAKAN~


Minggu, 06 September 2020

Refleksi Diri

  HARI/TANGGAL   : Sabtu / 12 September 2020

MATERI                  : Refleksi Diri (Tentang Belajar dari Rumah)
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.



assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
selamat pagi . apa kabar anak sholeh/sholeha?
semoga selalu diberikan kesehatan baik secara fisik maupun psikis, dan selalu dalam lindungan Allah SWT dan tetap bisa menjaga rasa semangat dalam kegiatan belajar, ya. aamiin..

hari ini ibu akan memberikan kalian beberapa pertanyaan yang harus kalian jawab sesuai dengan kondisi dan keadaan diri masing-masing ya. jangan ada isian jawaban kalian sama dengan teman yang lain. karena nanti akan berpengaruh pada tahap layanan konseling selanjutnya. belajarlah untuk percaya pada diri sendiri. ok? good..

berikut pertanyaan yang harus kalian jawab, silakan isi di kertas selembar. jangan lupa cantumkan nama, kelas, mata pelajaran, hari/tanggal. ibu tegaskan sekali lagi, silakan di isi sesuai dengan keadaan diri masing-masing. 

PERTANYAAN 

1. bagaimana perasaan yang selama ini kalian rasakan pada kegiatan belajar daring selama pandemi? silakan ceritakan.

2. siapakah yang mendampingi kalian pada saat mengerjakan tugas dari rumah?

3. sebutkan dan jelaskan kendala apa saja yang kalian hadapi selama kegiatan daring ini!


~SELAMAT DAN SEMANGAT MENGERJAKAN~

Sabtu, 29 Agustus 2020

MENAKLUKKAN KEBIASAAN PROKRASTINASI

 HARI/TANGGAL   : Sabtu / 05 September 2020

MATERI                  : Prokrastinasi
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.

MENAKLUKKAN KEBIASAAN MENUNDA-MENUNDA (PROKRASTINASI)


video penjelasan materi menggunakan PPT dapat disimak melalui link : https://youtu.be/sl8f26zLrd0

A. Pengertian Prokrastinasi

Prokratinasi dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang. Prokratinasi adalah setiap perilaku/kebiasaan untuk menunda mengerjakan tugas tanpa mempermasalahkan tujuan dan alasan penundaan itu. Prokratinasi dapat menjadi suatu pola perilaku (kebiasaan) yang mengarah pada trait (sifat). Dalam hal ini, penundaan yang dilakukan sudah merupakan respon yang menetap seseorang dalam menghadapi tugas dan biasanya disertai dengan keyakinan yang irasional. Contoh, “aku kalau belum mendekati hari H belum bisa serius mengerjakan tugas/ suatu hal”. Prokratinasi sebagai suatu trait kepribadian, tidak hanya berdimensi perilaku menunda tetapi melibatkan struktur mental yang terkait.

 B. Penyebab Perilaku Prokrastinasi

Ada 5 penyebab seseorang melakukan prokrastinasi. Kelima penyebab prokrastinasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. kecemasan

Kecemasan yang dialami seseorang dipengaruhi oleh stressful attitude orang tersebut. Stressful attitude merupakan sikap dan kognisi seseorang terhadap kejadian yang mereka alami. Semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami individu maka semakin tinggi pula kecendrungannya untuk mrlakukan perilaku proktinasi.

2. kurangnya penghargaan akan diri (self-depreciation)

Individu dengan self depreciation tinggi mudah menyalahkan diri sendiri bahkan dalam hal yang tidak terlalu penting. Individu mengalami kesulitan dalam menyusun rencana dan arah tujuan hidupnya. Saat individu melakukan penundaan, individu semakin merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri dan ini akan semakin mempersulitnya dalam melakukan pekerjaannya.

3. rendahnya toleransi terhadap ketidakyakinan (low discomfort tolerance)

Ketika menghadapi tugas yang membosankan ataupun sulit untuk dikerjakan ada sebagian orang yang menjadi sangan terkekan sementara oranglain tidaklah menanggapi hal tersebut sebagai suatu yang menekan.

4. disorganisasi lingkungan (environmental disorganization)

Lingkungan yang terlalu bising dan terlalu banyak gangguan akan mengakibatkan sulitnya berkonsentrasi pada individu sehingga membuat individu menunda pekerjaan. Lingkungan yang berantakan dan penyimpanan dokumen-dokumen mengenai tugas yang tidak rapi juga dapat menghambat seseorang untuk mengerjakan tugas.

5. rendahnya pendekatan terhadap tugas (poor task approach)

Bila seseorang tidak mengerti bagaimana mengawali atau bagaimana mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya maka hal ini dapat membuat seseorang menunda mengerjakan tugas.

 C. Cara Mengatasi Prokrastinasi

Cara jitu mengatasi prokrastinasi adalah dengan cara berikut :

  1. Membentuk kelompok belajar

Sebuah penelitian eksperimen membuktikan bahwa membentuk sebuah kelompok belajar dapat mengurangi prokrastinasi akademik. Sebab, alasan menunda-nunda pekerjaan biasanya disebabkan karena tidak memiliki teman belajar. Saat tidak memiliki teman dalam belajar terkadang dapat membuat seseorang berhenti saat menemukan permasalahan akademik.

Namun, ketika memiliki sebuah kelompok belajar, seseorang bisa bertanya dan berdiskusi pada teman lainnya. Mendiskusikan kesulitan dengan teman bisa menambah wawasan-wawasan baru agar tidak stuck yang pada akhirnya menunda pekerjaan. Oleh karena itu, bentuklah kelompok belajar untuk saling mengingatkan dan membantu dalam dan mengerjakan tugas.

  1. Manajemen waktu

Untuk mengurangi penundaan tugas, buat dan pahamilah kuadran waktumu sendiri. Aturlah waktu 24 jam yang dimiliki dengan efisien. Misalnya berapa jam waktumu belajar, berapa jam waktumu bermain, tidur, dan kapan saatnya kamu harus memberi reward untuk dirimu sendiri. Sebab, menurut penelitian, keberhasilan manajemen waktu dapat berguna untuk meningkatkan keyakinan diri.

  1. Yakin terhadap Diri Sendiri

Kurangnya keyakinan bahwa dirimu bisa melakukannya dapat membuat pekerjaan itu semakin tertunda. Sebuah studi mengatakan bahwa keyakinan diri dapat membantu seseorang mengurangi prokrastinasi.  Yakinkanlah dirimu sendiri kalau kamu mampu. Walaupun nantinya ada sebuah kesalahan, sekali lagi, itu wajar. Yakinlah dulu!

  1. Jangan Takut Salah

Takut berbuat salah terhadap apa yang kita kerjakan cenderung menyebabkan penundaan. Berbuat salah itu wajar, tapi terlalu takut untuk bertindak perlu dikurangi. Ingatlah bahwa untuk menjadi benar itu tidak instan. Kita perlu untuk salah beberapa kali hingga kita tahu mana yang benar. Kerjakan dulu apa yang menjadi tugas kita. Lalu, belajarlah dari kesalahan kita untuk memperbaikinya di kemudian hari.

  1. Mengurutkan Prioritas

Kita sudah berencana untuk mengerjakan tugas malam nanti, tapi tiba-tiba teman kita mengajak nonton di bioskop. Lalu, kita dihadapkan pada dua pilihan antara tetap melaksanakan rencana itu, atau ikut nonton. Mana yang akan kita pilih? Kita sering menerima ajakan-ajakan semacam itu walaupun kita sudah memiliki plan yang matang. Sebagian orang memiliki prinsip yang teguh dalam mengatur waktunya. Jika sudah punya rencana A, maka tidak akan tergoyahkan. Akan tetapi, sebagian lainnya masih terombang-ambing jika dihadapkan pada beberapa pilihan.

Catatlah setiap kegiatan penting yang harus kamu lakukan setiap harinya. Kemudian, berilah urutan dari yang terpenting hingga yang tidak terlalu penting. Dengan begitu, kamu akan mudah untuk memprioritaskan kegiatan yang kamu lakukan sehingga bisa fokus melakukannya satu-persatu. Sebab manusia memang bisa melakukan berbagai kegiatan dalam satu waktu (multi-tasking), tapi itu juga tidak baik bagi otak kita.

  1. Membuat Rincian Pekerjaan

Merinci setiap pekerjaan yang dimiliki dapat membantu mengurangi prokrastinasi. Contohnya, kamu diberi tugas sekolah untuk membuat sebuah pengalaman selama pembelajaran daring. Tulislah langkah-langkah agar tugas tersebut bisa selesai. tuliskan tahap-tahap mu untuk menyelesaikan tugas itu secara sistematis.

  1. Ingat Pada Tujuan Awal

Saat kita mulai malas dan merasa berat untuk sekadar membuka laptop, ingatlah tujuan kenapa kita hidup. Ingatlah apa cita-cita yang ingin kita raih.  Ingatlah bahwa dengan menunda pekerjaan yang ada, kita juga akan menunda terwujudnya cita-cita tersebut. Dengan demikian, saat kita ingat apa tujuan hidup kita, berdirilah dan lakukan yang terbaik.

  1. Kurangi Menganggap Enteng Tugas

“Besok aja lah kukerjain, masih lama juga deadline nya”. Sering kita menganggap suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat, tapi setelah kita hadapi tugas itu ternyata tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Namun, setelah kita mengerjakan tugas tersebut, ternyata membutuhkan data-data yang valid, fakta-fakta terkini, atau berbagai keharusan yang membuat itu tidak bisa selesai dengan cepat. Akhirnya, kita meninggalkan pekerjaan itu dan menundanya lebih lama lagi.

Sebaiknya kurangi menganggap enteng suatu pekerjaan. Ketika diumumkan tugas, sebisa mungkin mulailah mencari data-data atau informasi mengenai topik tersebut. Bertanyalah pada teman yang lebih mengerti mengenai topik tersebut. Agar nantinya kita tidak terjebak pada bias perencanaan.

  1. Meningkatkan Kesadaran Diri

Kita harus mengingatkan diri sendiri terus menerus bahwa jika menunda satu pekerjaan akan berisiko pada banyak hal. Berusaha sepenuhnya sadar untuk mempertimbang segala resiko yang akan diterima dari penundaan merupakan salah satu cara agar terhindar dari prokrastinasi. Contoh, tugas membuat makalah yang seharusnya bisa bisa dikerjakan dalam waktu dua hari akan mengganggu tugas lainnya jika ditunda.

Kita harus menyadari bahwa menunda pekerjaan juga akan berakibat buruk bagi kualitas diri kita. Saat menunda-nunda pekerjaan itu akan membuat kita semakin merasa kebingungan memilih prioritas.

 REFLEKSI DIRI

Skala tilik diri (self Assessment Scale)

Berikut ini disajikan beberapa item pertanyaan. Bacalah dengan teliti dan berilah tanda ceklist (√) pada alternatif jawaban yang  sesuai dengan keadaan dirimu.

Keterangan: SS = sangat setuju, S = setuju, KS = kurang setuju, TS = tidak setuju

NO

PERTANYAAN

ALTERNATIF JAWABAN

SS

S

KS

TS

1

Saya belajar untuk menghadapi ujian dengan sistem SKS( Sistem Kebut Semalam).

 

 

 

 

2

Saya kesulitan dalam memulai menyelesaikan tugas meskipun saya tahu betapa pentingnya untuk memulai mengerjakan tugas tersebut

 

 

 

 

3

Saya tidak bersemangaat untuk mengerjakan tugas sekolah sampai selesai tepat waktu.

 

 

 

 

4

Saya lebih memilih bermain game/ sosial media daripada membaca untuk ujian.

 

 

 

 

5

Saya tidak merasa bersalah menolak ajakan teman untuk jalan -jalan pada saat saya harus belajar.