Minggu, 16 Agustus 2020

MENGENALI GAYA BELAJAR

HARI/TANGGAL   : Sabtu / 22 Agustus 2020
MATERI                  : Mengenal Gaya Belajar
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.

MENGENALI GAYA BELAJAR

A. Pengertian Gaya Belajar

Gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan individu mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisasi, merespon, dan memikirkan informasi tersebut. Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika kamu sudah bisa mengenal gaya belajar, kamu menjadi yakin bagaimana kemampuanmu menyerap dan mengolah informasi. Dengan begitu, kamu akan dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah sesuai dengan gaya belajar kamu sendiri.

B. Macam-Macam Gaya Belajar

1. gaya belajar visual; yaitu gaya belajar yang lebih banyak menggunakan indra mata sebagai alat untuk menyerap informasi. Orang-orang visual banyak mengikuti ilustrasi atau membaca instruksi sendiri.

2. gaya belajar auditorial; yaitu gaya belajar yang banyak menggunakan telinga sebagai alat untuk menyerap informasi yang masuk. Orang-orang auditorial lebih senang informasi itu dia dengarkan dari orang lain.

3. gaya belajar kinestetik; yaitu gaya belajar yang lebih menekankan praktik langsung atas apa yang sedang dipelajari. Orang-orang kinestetik lebih senang kalau dibiarkan mengerjakan sendiri atau praktik langsung.

C. Modalitas Belajar dan Ciri-cirinya

Lingkungan lebajar memberi pengaruh besar pada keberhasilan belajarmu. Karena itu, ciptakanlah suasana belajar yang nyaman, sehat, dan santai. Lingkungan yang nyaman bersifat subjektif karena terkait dengan modalitas belajar. Jika kamu adalah seorang dengan modalitas visual, pengingat-pengingat visual seperti poster, akuarium, atau lukisan akan membantumu memiliki sikap positif dalam belajar. M,enandai, menggarisbawahi, atau menstabillo suatu teks bacaan sangat berguna kamu lakukan.

Jika kamu neniliki modalitas auditorial, penggunaaan musik untuk belajar atau suasana yang tenang tanpa suara (instrumentalia) merupakan syarat mutlak untuk membantu anda lebih berkonsentrasi. Stellah lagu-lagu klasik dengan pengaturan volume agak kecil untuk menemai belajarmu.

Jika kamu memiliki gaya modalitas konestetik, biasanya senam ringan diperlukan sebelum belajar. Bahkan, sekedar melompat-melompat diruang belajar dapat membantu kamu berkonsentrasi dalam belajar. Peragakan dan buatlah gerakan-gerakan ilistrative untuk memudahkan dan memperkuat hasil belajarmu. Menarik bukan ?

Nah sekarang perlu kita kenali kecendrungan gaya belajar kita masing-masing agar prose dan hasil belajar kita dapat lebih efektif. Setiap modalitas memiliki ciri-ciri tersendiri.

D. Ciri-ciri Siswa dengan Modalitas Visual

1. rapi dan teratur

2. berbicara dengan cepat

3. perencana dan pengaturan jangka panjang yang baik

4. teliti terhadap detail

5. mementingkan penampilan

6. pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

7. lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar

8. melihat dengan asosiasi visual

9. biasanya tidak terganggu dengan keributan

10. mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

11. pembaca cepat dan tekun

12. lebih suka membaca daripada dibacakan

13. memerlukan pandangan hidup dan tujuan yang menyeluruh serta sikap waspada sebelum secara mental merasa pasti mengenai suatu masalah atau proyek

14. mencoret-coret tanpa aeti selama berbicara di telepon dan dalam rapat

15. lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.

16. sering menjawab pertanyuaan dengan singkat “YA” atau “TIDAK”

17. lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato

18. lebih suka seni lukis daripada seni musik

E. Ciri-ciri Siswa dengan Modalitas Auditorial

1. berbicara kepada diri sendiri pada saat bekerja

2. mudah terganggu dengan keributan

3. menggerakan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

4. senang membaca dengan keras dan mendengarkan

5. dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, irama dan warna suara

6. merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam berbicara

7. berbicara dengan irama yang terpola

8. biasanya merupakan pembicara yang fasih

9. lebih suka seni musik daripada seni lukis

10. belajar dengan mendengarkan dan lebih mengingat apa yang fifiskusikan daripada yang dilihat

11. suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar

12. mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

13. lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskan sesuatu

14. lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

F. Ciri-ciri Siswa dengan Modalitas Kinestetik

1. berbicara dengan perlahan

2. menanggapi perhatian fisik

3. menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka

4. berdiri dekat ketika berbicara dengan orang

5. selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

6. belajar melalui manipulasi dan praktik

7. menghafal dengan cara berjalan dan melihat

8. mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar

9. menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

10. banyak menggunakan isyarat tubuh

11. tidak dapat duduk diam untuk waktu lama

Refleksi diri

Petunjuk :

Silakan kalian isi dengan keadaan pribadi masing-masing. Untuk skala terdapat tiga pilihan yaitu 1 (rendah), 2 (sedang), 3 (tinggi). Nah, sekarang coba kenali gaya belajarmu dengan mengisi skala berikut ini :

 

NO

PERNYATAAN

1

2

3

1

Kamu lebih suka membaca sendiri daripada dibacakan orang lain

 

 

 

2

Kamu lebih mudah mengingat kembali hal-hal yang disampaikan dengan gambar/tulisan daripada secara lisan

 

 

 

3

Jika sedang belajar, kamu biasanya tidak terganggu oleh suara-suara ribut disekitarmu.

 

 

 

4

Kamu lebih menyukai cerita humor yang langsung diceritakan, daripada membaca buku sendiri.

 

 

 

5

Kamu lebih mudah mengingat sesuatu, bila membacanya dengan bersuara

 

 

 

6

Bila sedang belajar kamu harus dalam keadaan yang tenang

 

 

 

7

Kamu lebih mudah memahami sesuatu dengan mempraktekkannya / mencoba langsung

 

 

 

8

Kamu lebih sering menggunakan jari tangan sebagai petunjuk dalam membaca

 

 

 

9

Kamu seorang yang aktif dan tidak bisa duduk tenang dalam waktu lama

 

 

 

 

 ~ SELAMAT MENGERJAKAN~

 

 

 

 

 



Minggu, 09 Agustus 2020

BERSYUKUR

HARI/TANGGAL   : Sabtu / 15 Agustus 2020
MATERI                  : Menjadi Pribadi yang Bersyukur
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.

MENJADI PRIBADI YANG PANDAI BERSYUKUR

 

A. PENGERTIAN

Bersyukur berarti mengucapkan terimakasih, menghitung berkat-berkat anda, memperhatikan keceriaan-keceriaan kecil dan mengakui segala sesuatu  yang diterima. Kebiasaan bersyukur akan menggeser perhatian dari bagian hidup anda yang kurang kepada kelimpahan yang saat ini anda miliki. Mengucap syukur membuat orang lebih bahagia dan lebih tangguh, memperkuat hubungan, meningkatkan kesehatan dan mengurangi stress. Akbar Zainudin dalam bukunya Man Jadda Wajada (2010) menjelaskan kata syukur berasal dari bahasa arab syakara yang berarti fataha yaitu membuka diri, membuka hati, membuka pikiran untuk mendapat pencerahan dari berbagai sumber. Rasa syukur harus dimulai dari membuka diri terhadap apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bersyukur didefinisikan sebagai rasa berterima kasih dan bahagia sebagai respon penerimaan karunia, baik karunia tersebut merupakan keuntungan yang terlihat dari orang lain atau pun momen kedamaian yang ditimbulkan oleh keindahan alamiah (Peterson & Seligman, 2004 dalam Arbiyah, 2008).

B. Penelitian Menunjukkan Bersyukur Meningkatkan Kualitas Hidup

Dua psikolog, Michael McCollough dari Southern Methodist University di Dallas, Texas, dan Robert Emmons dari University of California di Davis, menulis sebuah artikel tentang percobaan yang mereka lakukan pada rasa syukur dan dampaknya terhadap kesejahteraan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang mempraktekkan rasa syukur cenderung lebih kreatif, bangkit kembali lebih cepat dari keterpurukan, memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dan memiliki hubungan sosial yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak berlatih bersyukur. Dalam buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu menjelaskan syukur sebagai sense of acceptance, langkah pamungkas hati yang kekuatannya sangat dahsyat namun sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Bersyukur dengan membayangkan hal yang kita doakan sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah-olah benar-benar melihat, mendengar, dan merasakan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud, karena itu kita bersyukur. Ini seperti kita sudah melunasi pembayaran (syukur) di depan, meskipun pesanan (doa) kita belum kita terima.  Jika ilmu pengetahuan membuktikan dahsyatnya kata cinta dan kata terimakasih, ini sangatlah wajar karena Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi Rahmatan Lil Alamin, menjadi penyebar cinta kasih sesuai firman Nya “Kami tidak mengutus engkau, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107). Rahmah berarti kasih sayang atau cinta kasih. Cinta kasih adalah perintah Tuhan yang harus menjadi bagian dari kehidupan, didengung-dengungkan sebagai kata-kata yang membahagiakan, dan diwujudkan dalam setiap tindakan kita sebagai bukti rasa syukur.

C. Perhatikan dan Hargai Pemberian Setiap Hari

Ada latihan bersyukur yang menginstruksikan anda harus membayangkan kehilangan beberapa hal yang tidak terlalu anda perhatikan selama ini, seperti kemampuan orangtua menyekolahkan anda, memiliki gadget, kemampuan anda untuk melihat atau mendengar, kemampuan anda untuk berjalan, atau apapun yang saat ini memberikan anda kenyamanan. Kemudian bayangkan anda mendapatkan masing-masing hal tersebut kembali satu per satu, dan pertimbangkan untuk mengucapkan syukur dan terimakasih untuk masing-masing hal tersebut. Selain itu anda perlu memulai menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil, bukan hanya pencapaian-pencapaian besar seperti mendapatkan peringkat pertama, memenangkan olimpiade dan sebagainya. Cara lain mengucapkan terimakasih untuk lebih menghargai hidup adalah dengan menggunakan rasa syukur dalam membantu anda meletakkan seala sesuatu dalam perspektif yang tepat. Ketika hal-hal tidak berjalan seperti anda harapkan, ingat bahwa setiap kesulitan membawa manfaat yang sama besarnya. Dalam menghadapi kesulitan tanyalah pada diri sendiri: “apa yang baik tentang hal ini?”, “Apa yang bisa saya pelajari dari hal ini?” dan “bagaimana saya bisa mendapatkan keuntungan dari ini?”.

D. Tips Menjadi Lebih Mudah Bersyukur

1.    Buatlah daftar hal-hal yang bisa kita syukuri

Coba bayangkan hal-hal yang bisa kamu syukuri seperti oksigen yang sedang kita hirup, darah kita yang mengalir dalam tubuh, mata untuk melihat, kasih sayang orangtua dan banyak sekali hal lain yang bisa kita syukuri.

2. biasakan mengucapkan terimakasih

Membiasakan diri untuk berterimakasih adalah sebuah kebiasaan yang sangat baik, sebab dengan berterimakasih maka kita akan jadi lebih mudah bersyukur.

3. bayangkan dan renungkan hal-hal baik yang menimpa anda

Setiap dari kita pasti punya kejadian atau hal-hal baik yang bisa disyukuri, contohnya seperti menemukan teman baik, lingkungan baik, bisa berlibur. Dengan membayangkan kejadian itu, kita akan menyadari betapa beruntungnya hidup kita. Untuk itu, mari coba ya?

4. lihatlah saudara-saudara yang tidak seberuntung kita

Disekitar kita pasti ada saudara yang tidak seberuntung kita, contohnya tidak bisa melanjutkan sekolah dan menimba ilmu. Bayangkan betapa beruntungnya kita karena kita telah mendapatkan fasilitas dan rezeki yang cukup. Sering merenungkan dan mendoakan saudara-saudara kita yang kurang beruntung juga akan menjadikan kita lebih bersyukur dan menjadi jiwa yang damai.

E. 10 Manfaat Bersyukur

1. Menjaga kesehatan mental remaja

Remaja yang pandai bersyukur tentulah lebih bahagia. Selain itu mereka juga dikenal memiliki pandangan yang lebih baik terhadap hidupnya, bertingkah laku lebih baik di sekolah hingga lebih bisa diharapkan ketimbang teman-temannya yang kurang bersyukur."Lebih pandai bersyukur mungkin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat kita untuk menumbuhkan generasi yang siap membuat perbedaan pada dunia," kata peneliti Giacomo Bono, PhD, seorang profesor psikologi dari California State University.

2. Meningkatkan kesejahteraan

Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, rajin bersyukur dapat mendorong kesejahteraan seseorang. Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi lebih cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang tersebut.

3. Nilai akademis yang lebih baik

Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of Happiness Studies. Peneliti juga menemukan bahwa remaja yang pandai bersyukur lebih jarang mengalami depresi atau mudah cemburu

4. Menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain

Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2003 dalam Journal of Personality and Social Psychology, rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau memberikan dukungan emosional pada orang lain.

5. Tidur lebih nyenyak

Menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri sebelum beranjak tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Fakta ini diungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Psychology: Health and Well-Being. Secara spesifik, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri ke dalam sebuah jurnal sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih cepat tertidur dan tidur lebih lama.

6. Memperkuat hubungan dengan pasangan

Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal Personal Relationship mengungkapkan bahwa mensyukuri setiap hal terkecil yang dilakukan pasangan membuat hubungan seseorang dengan pasangannya dijamin akan lebih kuat. Sama halnya jika Anda membuat jurnal tentang segala hal yang Anda syukuri dari pasangan karena hal itu juga akan memberikan dampak positif bagi hubungan.
7. Menjaga kesehatan jantung

Pada tahun 1995, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menunjukkan bahwa apresiasi dan emosi positif dapat dikaitkan dengan perubahan variabilitas detak jantung. Hal ini dianggap bermanfaat dalam terapi pengobatan hipertensi dan mengurangi kemungkinan kematian mendadak pada pasien gagal jantung kongestif dan penyakit jantung koroner.
8. Memperkuat moral tim

Atlit yang pandai bersyukur lebih sedikit mengalami kelelahan dan lebih banyak mendapatkan kepuasan hidup, termasuk kepuasan terhadap kinerja timnya.

9. Sistem kekebalan yang lebih sehat

Rasa syukur juga dikatakan berkaitan dengan optimisme sehingga mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih sehat. Salah satunya dibuktikan oleh sebuah studi dari University of Utah yang menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan hukum yang stres namun tetap optimis terbukti memiliki lebih banyak sel-sel darah yang meningkatkan kesehatan sistem kekebalan ketimbang rekan-rekan mereka yang pesimis.

10. Mencegah emosi negatif

WebMD melaporkan bahwa musibah dapat mendorong munculnya rasa syukur dan hal itu dapat meningkatkan perasaan saling memiliki sekaligus menurunkan stres.


REFLEKSI DIRI 

Buatlah daftar hal-hal yang bisa kita syukuri. lihatlah sekeliling kalian, perhatikan diri kalian, bayangkan bagaimana kalau kalian hidup tanpa hal-hal luar biasa itu?


~SELAMAT MENGERJAKAN~


 

Rabu, 29 Juli 2020

PENGENDALIAN EMOSI

HARI/TANGGAL   : Sabtu / 08 Agustus 2020
MATERI                  : Cara Pengendalian Emosi
KELAS                    : VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF
SEKOLAH              : SMP Negeri 2 Sragi 
KONSELOR           :  Ayu Andani, S.Pd.


CARA MENGENDALIKAN EMOSI

  

A.    PENGERTIAN  

Kata emosi berasal dari bahasa Prancis, emotion yang berasal dari kata emouvoir yang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti “bergerak”.  Dengan kata lain, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu. Pada dasarnya emosi adalah dorongan untuk bertindak, reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis Orang-orang sering menganggap bahwa emosi hanya berkaitan dengan perasaan marah saja. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sekali lagi, emosi adalah reaksi tubuh untuk menghadapi situasi tertentu. Situasi yang dihadapi disini mencakup emosi marah, malu, bahagia, takut, dan sedih. Para ahli psikologi menyatakan bahwa antara emosi dan tingkah laku saling berkaitan. Karena dalam emosi terdapat tiga komponen, yaitu:

1. Komponen Fisiologis

Emosi adalah reaksi tubuh menghadapi situasi spesifik. Jika sedih, biasanya orang menangis. Pada saat seseorang marah, ia akan merasakan denyut jantungnya lebih cepat, dan tubuhnya terasa tegang.

2. Komponen Subyektif

Emosi adalah proses persepsi terhadap situasi. Jika memandang umpatan dan ejekan lawan mainnya adalah meremehkan dan menghina kemampuannya maka ia merasa harga dirinya direndahkan dan ia menjadi marah. Tapi bila menganggap umpatan dan ejekan itu sebagai taktik untuk menjatuhkan mentalnya, maka ia akan santai dan tetap konsentrasi. Emosi juga merupakan proses berfikir. Jika ujian semakin dekat kita mungkin gagal. Lalu kita mulai cemas dan belajar dengan tekun. Selain aspek pikiran, komponen ini juga mengandung aspek indera. Aspek ini merasakan apakah marah, cemas, atau sedih. Itu tingkatannya sangat, sedang atau rendah.

3. Komponen Perilaku

Emosi juga berkaitan dengan perubahan perilaku, seperti munculnya ucapan-ucapan, gerak-gerik tubuh, ekspresi wajah dan tingkah laku.


B.     JENIS- JENIS EMOSI

Berasarkan sebab dan reaksi yang ditimbulkan, emosi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

1.      Emosi yang berkaitan dengan perasaan (syaraf-syaraf jasmaniah), misalnya perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan sebagainya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor fisik diluar individu, misalnya cuaca, kondisi ruangan dan tempat dimana individu itu berada.

2.      Emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang dan sebagainya. Munculnya emosi sepertinini lebih banyak dirasakan karena faktor kesehatan.

3.      Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan sejenisnya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor hubungan dengan orang lain. 



C.    MACAM-MACAM EMOSI

Setiap orang tentunya pernah emosi. Akan tetapi, banyak orang mengidentifikasi emosi sebagai suatu hal yang negatif, seperti memukul, melempar barang, menghancurkan barang yang biasa kita sebut "marah". Marah memang merupakan bagian dari dasar emosi, tapi bukan hanya itu jenis dari emosi. Emosi itu sendiri ada yang negatif dan ada yang positif

Perbedaan rangsang yang diterima oleh indra memberikan pengaruh terhadap perasaan seseorang. Adanya perbedaan pengaruh tersebut, menimbilkan emosi yang berbeda pula. Berikut adalah macam-macam emosi :

1.      Emosi marah

seseorang yang marah terhadap orang lain disebabkan ia menganggap bahwa orang itu bersalah terhadap dirinya. orang yang marah bisa menunjukkan tingkah laku agresif, menganggu orang yang dikenai marah, membanting barang, memukul.

2.      Emosi sedih, duka, susah dan pilu

semua orang yang mengalami musibah pasti merasa sedih. karena sedih, seseorang bisa menangis, bisa mengurung diri di kamar dan tidak mau bergaul dengan orang lain.

3.      Emosi Iri

Orang sering membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. jika dirinya lebih rendah atau kurang dari orang yang dibandingkan maka timbul rasa iri. emosi iri harus dapat di kendalikan dan di ekspresikan secara positif. ekspresi iri yang positif akan menimbulkan gairah usaha dan meningkatkan kerja secara positif untuk menyamai orang yang dibandingkan itu.

4.      Emosi Takut

ekspresi dari rasa takut dapat berupa lari menjauh dari obyek penyebab takut. rasa takut menyebabkan seseorang menghindari objek penyebab takut

5.      Emosi Cinta

contoh dari ekspresi cinta adalah kisah remaja yang ingin menjalin asmara. dengan skills yang kita miliki untuk mengendalikan emosi, maka kita mampu untuk merubah mindset atau keinginan agar memilih menimba ilmu daripada menjalin asmara yang memberikan dampak negatif pada kegiatan belajar.
Semua orang harus dapat mengendalikan emosi. emosi yang tidak dapat di kendalikan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain


D.    CARA MENGENDALIKAN EMOSI

Pengendalian emosi, bukan berarti hany meredam rasa tertekan atau menahan gejolak emosi, akan tetapi juga bisa bearti dengan sengaja menghayati suatu emosi, temasuk yang tidak menyenangkan. Pengendalian emosi tidak sama dengan pengendalian berlebihan, yaitu penyangkalan semua perasaan dan spontanitas. Bahkan kendali diri yang berlebihan, yaitu penyangkalan semua perasaan dan spontanitas. Bahkan kendali diri yang berlebihan dapat mendatangkan kerugian, baik fisik ataupun mental. Orang yang mematikan perasaan negatif yang kuat menyebabkan meningkatnya denyut jantung, sekaligus naiknya tekanan darah. Apabila penekanan emosi seperti ini menjadi kronis, kemampuan berpikir menjadi rusak, terganggunya hubungan sosial.

Pengendalian diri terhadap emosi merupakan salah satu keterampilan hidup (life skills) yang dapat dilatihkan kepada setiap orang, termasuk remaja. Cara mengendalikan emosi, antara lain:

1. Perasaan yang kita alami umumya bersumber dari pikiran. Kita berpikiran negatif, perasaan kita cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika kita berpikiran positif, perasaan kita cenderung positif. Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengenadalikan perasaan.

2. Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan. Semakin kita mahir meyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosi kita. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal.

3. Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam diri kita. Ketika suasana hati kita menjadi tidak nyaman, cobalah menenangkannya dengan berdo’a, menemui sahabat untuk berbagi perasaan, beristirahat, mendengarkan musik, atau apa saja yang kita sukai.

4. Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negatif yang kita rasakan. Misalkan, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga kita begitu ketakutan? Apakah masalahnya begitu gawat sehingga kita harus marah besar?
5. Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan kita yang salah. Misalnya, siapa bilang kegagalan adalah kebodohan? Siapa bilang masalah yang kita hadapi itu tidak ada jalan keluarnya? Siapa bilang kita tidak mampu memaafkan? Siapa bilang putus cinta itu kiamat?

6. Kendalikan reaksi kita terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika ada yang menyalip kendaraan kita, kita bisa memilih untuk marah atau tetap tenang. Yang pertama bisa membuat kita jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajarkan kita menguasai diri dengan baik.

7. Perasaan bukanlah masalah besar atau salah. Manusiawi sesekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kita tidak larut dalam perasaan-perasaan negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keputusan penting dalam suasana hati yang kacau.

8. Perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa juga disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat. Kita bisa saja merasa bete ketika flu, ketika stress, ketika kurang tidur, dsb. Tidak perlu mencemaskan perasaan tidak nyaman kita yang bersifat sementara itu. Seringkali melakukan tindakan-tindakan sederhana bisa mengubah suasana hati kita.

9. Hidupkanlah perasaan-perasaan yang menyenangkan sesering mungkin, termasuk untuk hal-ha yang kita inginkan terjadi. Misalnya perasaan gembira ketika kita kelak mendapatkan jurusan sekolah atau pekerjaan yang kita impikan. Itu adalah salah satu cara mengarahkan emosi untuk membantu mewujudkan impian kita menjadi kenyataan.

10. Belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan. Hati yang penuh dengan ucapan syukur akan membuat hidup lebih ringan, pkiran lebih jernih, dan perasaan lebih nyaman sehingga mengendalikan perasaan bukan lagi beban yang berat.


 REFLEKSI DIRI

PETUNJUK : silakan kerjakan sejujur-jujurnya tanpa melihat dan mencontoh hasil milik orang lain, karena setiap anak berbeda cerita, pengalaman dan kemampuan untuk mengendalikan emosi.  

REFLEKSI DIRI :

1. ceritakan permasalahan yang sedang kamu hadapi dan bagaimana cara kamu menangani masalahmu sendiri? (kejadian permasalahan boleh dihari lalu atau dihari ini)

2. sebutkan dampak positif apa yang kalian rasakan jika kalian mampu mengendalikan emosi ! 

3. jika kalian merasa belum mampu untuk mengendalikan emosi dengan baik, silakan jelaskan berbagai macam penyebab nya!